Mengapa Citarasa Kopi Luwak Begitu Berbeda? Ini Alasannya!

Bagi yang sudah pernah atau malah sudah sering mengonsumsi kopi luwak yang asli, smereka pasti akan tahu seperti apa citarasanya. Sedangkan bagi yang pertama kali mencoba, mungkin akan terkaget-kaget dengan citarasa yang dipunyanya. Kenapa bisa begitu? Sebab, kopi luwak punya citarasa yang berbeda.

Apakah sama dengan kopi luwak yang bisa Anda temukan di pasaran dengan harga yang sangat murah? Hm, sebaiknya Anda harus coba dulu kopi luwak yang sebenarnya. Sebab, kopi luwak yang asli punya harga yang sangat tinggi dan tak mungkin dijual murah. Citarasanya juga pasti berbeda. Lalu, kenapa bisa seperti ini?

Kenapa Kopi Luwak Berbeda?

Kopi luwak sebenarnya tidaklah berbeda dengan kopi pada umumnya. Kopi ini juga berasal dari biji kopi lain seperti kopi robusta dan kopi arabika. Hal yang membedakan kopi luwak dengan dua jenis kopi ini adalah pemilihan bijinya. Hewan luwak adalah hewan yang sangat selektif dalam memilih makanan.

Mereka hanya akan memilih makanan yang berkualitas terbaik. Termasuk biji kopi. Luwak memiliki indera penciuman yang sangat tajam sehingga dapat mengoptimalkan dalam mencari makanan. Hanya biji kopi dengan kualitas terbaik dan telah matang sempurnalah yang akan dikonsumsi oleh luwak. Sisanya, tidak.

Di dalam tubuh luwak, kopi ini akan mengalami proses fermentasi alami yang sempurna. Proses fermentasi ini melibatkan enzim tertentu yang membuat rasa dan aromanya sangat berbeda. Rasa ini jadi sangat sempurna dan spesial terlebih di kalangan para pecinta kopi di dunia.

Proses Pengolahan

Setelah dikeluarkan dari anus luwak, sebenarnya proses pengolahan kopi luwak dengan kopi biasa sama saja. Biji kopi ini akan dicuci, dikeringkan lalu dikemas. Hal yang membedakan keduanya hanyalah proses fermentasinya. Yup! Seperti yang sudah disinggung di atas, feremntasi dalam perut luwak adalah fermentasi alami dan sempurna.

Hanya dengan waktu kurang dari 12 jam, biji kopi dalam perut luwak akan mengalami fermentasi terbaik. Bila disamakan dengan fermentasi biasa, waktu yang harus dihabiskan untuk menghasilkan kopi dengan citarasa sebaik ini adalah sekitar 5 hingga 8 tahun. Sangat lama sekali.

Sedangkan pada kopi biasa sebenarnya juga mengalami proses fermentasi. Bedanya, pada kopi biasa wadah penyimpanannya hanyalah kotak kayu ataupun yang ditutupi dengan kain goni basah. Waktu yang digunakan untuk fermentasinya sebenarnya tak jauh beda, 12 hingga 14 jam. Namun hasilnya sangat berbeda.

Rasa yang Dihasilkan

Jika ditanya soal rasa, antara kopi luwak dan kopi biasa jelas jauh berbeda. Kopi luwak memiliki citarasa yang khas yakni tidak terlalu pahit dilidah. Selain itu, kopi luwak bisa Anda nikmati dalam keadaan panas, hangat hingga sedingin ruangan. Rasanya tetap sama. Berbeda dengan kopi biasa yang rasa pahitnya kental dan hanya nikmat saat hangat dan panas saja.

Kopi luwak juga akan meninggalkan bekas rasa di tenggorokan lebih lama, yakni lebih dari 30 menit setelah kopi tersebut dikonsumsi. Sedangkan pada kopi biasa, biasanya akan segera hilang setelah Anda menelannya. Aroma dari kopi luwak ini juga sangat khas, bila Anda menciumnya dari jarak jauh, Anda pasti bisa mengenali bahwa ini adalah kopi luwak.

Apakah citarasa seperti ini sudah Anda temukan dalam berbagai kopi di pasaran yang dijual dengan harga murah? Jika belum, menurut Anda apakah itu asli atau palsu? Kopi luwak harganya sangat mahal. Satu kilonya dibanderol lebih dari satu juta rupiah. Dengan demikian, tentu sudah bisa dipastikan bahwa kopi luwak yang ada di warung warung itu palsu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *