Deretan Pembahasan Pada Ajang IMS 2020

IMS 2020: Digelar 2 Hari, Pengunjung Mencapai 6.500 Orang

Fahroni Arifin selaku SVP Head of Breand Management & Strategy Indosat Ooredoo, yang menyebtukan bahwa jaringan telekomunikasi di Indonesia belum waktunya beralih ke 5G (fifth generation). Menurut Fahroni, hal tersebut dikarenakan adanya masalah yang menyangkut biaya pengembangan teknologi 5G di Indonesia.

Fahroni juga menambahkan ungkapan permsalahan tersebut pada acara Indonesia Millennial Summit (IMS 2020), dalam sesi Visionary Leaders dengan mengusung tema The Future of Media And Communication di Gedung The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Sabtu (18 / 1). “Karena semua harus berubah. Ada teknologi membuat 5G harus lebih rapat. BTS (base transceiver station) 4G itu jaraknya 1 km, dan ketika 5G, kita harus meng-adjustnya (menyesuaikan). Investasinya jauh lebih besar,” ungkap Fahroni.

Menurut Fahroni, ada banyak telecommunication company (Telco) di Indonesia, termasuk Indosat, yang sudah melakukan uji coba teknologi jaringan 5G. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui, apakah teknologi 5G sudah layak digunakan di Negara Indonesia? “Tapi belum ada yang benar-benar berani masuk ke situ (5G), karena cost-nya terlalu tinggi,” tambah Fahroni.

Lantas, kapankah Negara Indonesia siap menggunakan teknologi 5G? Pada pertanyaan tersebut, Fahroni pun belum bisa memprediksinya dengan pasti. Belum lagi ditambah dengan persoalan pemerintah yang belum menetapkan regulasinya. Dengan kata lain, Fahroni menyarankan agar masyarakat Indonesia memanfaatkan dan mengembangkan teknologi yang ada, ketimbang beralih ke 5G yang belum pasti.

IMS 2020: Keunggulan Streaming Film HOOQ

Hera Laxmi Devi Septiani yang menjabat sebagai Head of Marketing HOOQ Indonesia, mengatakan bahwa HOOQ merupakan sebuah aplikasi streaming film yang bisa di download dari Play Store maupun App Store, yang diklaim memiliki beragam keunggulan. Salah satu yang menjadi keunggulannya, yakni bisa diakses siapa pun yang telah mendaftar serta dapat berlangganan sesuai keinginan para penggunanya.

“kelebihan dari video streaming dapat dirangkum menjadi beberapa, diantaranya adalah connectivity, yang berarti kita bisa akses di mana saja dan kapan pun kita bisa tonton. Yang kedua, suitability, bisa menonton acara yang kita inginkan, dan ada variety, dimana terdapat berbagai jenis video yang dapat ditonton,” kata Hera Laxmi pada acara Indonesia Millennial Summit 2020 by IDN Media, yang diselenggarakan di The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Sabtu (18/1).

Tak hanya itu, Hera juga menegaskan bahwa HOOQ akan melakukan pembaharuan film sesuai peraturan dari studio yang sudh menjadi ketentuan untuk menyebarluaskan, yakni 120 hari sesudah film tersebut dirilis untuk film lokal, sedangkan 90 hari untuk film Hollywood. Tak terkecuali untuk film drama maupun serial, dimana HOOQ bisa memperbaharuinya pada hari yang sama dengan episode terbaru lho.

Bahkan, HOOQ telah menyediakan beberapa jenis paket yang bisa dipilih serta digunakan pelanggan sesuai kebutuhan dan keinginannya masing-masing. Tak hanya itu, sudah tersedia pula di seluruh operator di Indonesia untuk menjadi pelanggan HOOQ, dan sudah disediakan pada Indihome dan First Media.

Demikianlah ulasan singkat seputar beberapa pembahasan pada ajang Indonesia Millennial Summit 2020, sehingga bisa menambah wawasan bagi kamu. Nah, bagi kamu yang ingin tahu tentang perkembangan atau informasi terbaru seputar IMS 2020, silahkan pantengi terus situs IDN Times atau juga bisa download IDN App pada perangkat smartphonemu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *