Citra Rasa Sasa Santan, Untuk Bento Kantor Yang Berkualitas

Saya punya pekerjaan yang bagus dan tidak ada sedikitpun niat untuk keluar dari pekerjaan saya. Setiap kali pergi ke kantor, saya selalu melengkapi bekal kerja dengan Sasa santan kelapa. Dengan membawa santan instan, saya tidak perlu lagi buang-buang waktu untuk memarut dan memasaknya. Soalnya santan kemasan ini dijamin sudah matang sempurna.

Di kantor saya juga punya teman kerja yang supel dan asyik diajak mengobrol. Salah satu alasan saya masih bertahan di sana tentu saja karena ada mereka. Meskipun pekerjaan saya hanya di depan komputer, tapi tidak sesederhana itu. Setiap kali pertimbangan dan perhitungan demi kemajuan perusahaan berada di pundak saya.

Setiap kali jam istirahat tiba, saya dan teman kerja selalu bertukar separuh bekal yang dibawa masing-masing. Mereka toh kelihatan bahagia ketika menyantap bekal yang saya bawa ditambah dengan siraman santan cari dari Sasa. Gurih dan kesegarannya tidak jauh berbeda dengan santan hasil perasan kelapa secara langsung. Sangat mengejutkan memang. Tapi, itu semua nyata.

Bahkan mereka selalu tambah nasi. Kadang saya nyeletuk begini: “Kenapa kalian tidak beli sendiri di warung?” Ah, dasar mental gratisan. Maunya ditraktir. Pantas saja bekal yang dibawa mereka selalu di bawah bekal menu saya soal kelezatannya. Sembari makan, kami selalu bercanda dan bercerita banyak hal sebelum jam masuk kantor.

Ada alasan tersendiri kenapa saya dan teman-teman tidak beli makanan di warung terdekat, angkringan, atau mungkin restoran terdekat. Tinggal di kota sebesar Bandung ini jauh lebih kenyang kalau membawa bekal sendiri. Kalau mau kenyang di warung artinya harus tambah biaya makan. Itulah yang kami takutkan.

Kami tidak mau dompet keburu sekarat. Toh kalau masak sendiri di rumah jauh lebih murah. Setiap hari saya selalu membawa bekal dengan tampilan yang beda-beda. Soalnya santan ini cocok untuk semua jenis makanan sih. Semuanya hasil olahan tumis. Cara makannya tinggal tuang santan ke nasi yang sudah ditambahkan dengan tumis.

Dengan bekal sesederhana ini, pekerjaan saya selalu lancar. Tidak ada kekhawatiran bakal lapar di tengah-tengah bekerja. Begitu pula teman-teman saya. Kami bekerjanya tidak seserius orang-orang IPA ketika saya masih SMA. Kami melakukannya dengan penuh canda dan dedikasi. Asal bisa melebihi target atasan itu sudah cukup untuk kami.

Cara-cara penuh kekeluargaan inilah yang membuat saya bangga dengan pekerjaan yang saya lakukan. Mulai dari nol hingga saya ditunjuk sebagai leader tim accounting, suasana di kantor tidak berubah. Baik itu karyawan lama, maupun karyawan baru. Asyiknya, setiap bulan kami selalu mendapat insentif gaji yang cukup.

Luar biasa, kan? Tanpa makanan yang sehat, saya rasa tidak akan bisa bekerja dengan baik. Pengaruhnya sangat kuat. Untung ada Sasa Santan, Aslinya Santan. Kalau saja santan di dalam kemasan terdiri dari bahan pengawet, pasti tidak saya beli. Untungnya santan dari Sasa ini tidak berbahan pengawet loh. Yuk di coba!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *