Bima Sakti Memulangkan Krisna Budi Sulistia Karena Sulit Beradaptasi

Bima Sakti selaku pelatih Timnas U-16 menjelaskan alasan dirinya harus memulangkan Krisna Budi Sulistia dari pemusatan latihan di Bekasi. Hingga saat ini pemusatan latihan Timnas U-16 Indonesia sudah memasuki pekan yang ketiga. 

TC Tim Garuda Asia yang sudah dimulai sejak hari Senin (6 Juli 2020) diikuti oleh sekitar 26 orang pemain muda yang sudah disiapkan untuk mengikuti Piala Asia U-16 2020. Tetapi pada pekan yang ketiga ini, hanya ada 24 pemain saja yang mengikuti TC Timnas U-16.

Hal tersebut dikarenakan adanya satu pemain yang mengalami cedera, sedangkan satu pemain lainnya harus dipulangkan. Kedua pemain tersebut adalah Ruy Arianto yang mengalami cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament) dan Krisna Budi Sulistia yang harus dipulangkan. 

Bima menjelaskan alasan dirinya harus mencoret nama Krisna Budi Sulistia dari timnya. Bima menuturkan jika top scorer Piala Soeratin U-15 2019 tersebut membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa beradaptasi dengan Timnas U-16 Indonesia. Bagi Bima sulitnya Krisna untuk bisa beradaptasi dengan para pemain muda Garuda Asia lainnya adalah hal wajar. Pasalnya Krisna merupakan pemain paling muda di Timnas U-16 Indonesia dengan usianya yang masih 14 tahun. Baca berita bola terupdate di bolanusantara.com.

Krisna juga bisa dibilang sebagai anggota baru karena baru dipanggil Timnas U-16 pada Maret 2020, sedangkan pemain muda lainnya sudah bersama sama sejak tahun 2019. Oleh karena itu Bima tidak ingin pemain muda kelahiran Pati tersebut merasa patah arang. Bima berharap supaya Krisna lebih giat lagi berlatih karena masih memiliki masa depan panjang. 

Bima Sakti merasa tertarik untuk melirik Krisna Budi Sulistia setelah pesepak bola muda tersebut meraih sukses menjadi pencetak gol terbanyak saat mengikuti Piala Soeratin U-15 2019. Pemain muda kelahiran Pati, 31 Mei 2006 silam itu berhasil mencetak enam gol dan mengantarkan timnya yaitu Gabsis Sambas ke peringkat kedua. 

Pemain muda berbakat tersebut juga sejatinya dijadwalkan akan merantau ke Inggris untuk mengikuti program Garuda Select II pada April lalu.