Obat Batuk untuk Ibu Hamil yang Aman Dikonsumsi

Banyak Manfaatnya, Ini 5 Olahraga yang Cocok dan Aman untuk Ibu Hamil


Jika Bunda mengalami batuk saat hamil, berhati-hatilah dalam memilih obat. Karena jika salah memilih obat, bukan tidak mungkin bisa membahayakan janin yang dikandung. Karena harus berhati-hati memilih obat, Bunda pasti khawatir mengenai apa obat batuk untuk ibu hamilyang man dikonsumsi. Untuk menjawab kebingungan Bunda, berikut ini adalah rekomendasi obat batuk untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi setelah usia kehamilan mencapai 12 minggu. Meski demikian, obat batuk di bawah ini tetap tetap memiliki risiko ringan terhadap kehamilan. Agar lebih aman, Bunda tetap harus konsultasi dan mendiskusikannya terleih dahulu ke dokter kandungan sebelum mengkonsusmsi obat batuk ini ya.

  • Ekspektoran

Ekspektoran adalah golongan obat batuk yang pada umumnya digunakan sebagai obat untuk penyakit batuk. Obat batuk yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil ini memiliki kandungan guaifenesin yang berfungsi dalam melarutkan dahak atau lendir yang menggumpal. Sehingga dengan kata lain, Ekspektoran ini baik dikonsumsi untuk meringankan batuk berdahak. Adapun efek samping guaifenesin biasanya menyerupai reaksi alergi, namun hal ini juga jarang terjadi. Ketika hamil, dosis yang tepat dan sesuai untuk mengonsumsi obat ini adalah 200-400 miligram per 4 jam, serta tidak melebihi 2,4 gram dalam 24 jam.

  • Antitusif

Antitusif termasuk dalam golongan obat supresan yang memiliki manfaat untuk meredakan batuk. Cara kerja obat ini belum diketahui secara pasti, namun obat yang sering digunakan untuk mengatasi batuk kering ini bisa bekerja langsung pada otak dimana obat akan menghambat fungsi batang otak yang mengatur respons dan refleks batuk, sehingga frekuensi batuk bisa berkurang.

Obat antitusif ada macamnya, kebanyakan diantaranya termasuk dalam golongan opioid yang mempunyai efek samping berupa rasa kantuk dan ketergantungan. Salah satu obat antitusif yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil adalah dextromethorphan yang bisa meredakan gejala batuk kering dengan cepat. Saat hamil, dosis penggunaan obat ini yang aman adalah sebesar 10-30 miligram yang bisa diminum per 4-8 jam. Sementara itu dosis maksimal dalam sehari atau 12 jam dari obat ini adalah 120 miligram.

Agar mengetahui apakah obat batuk  mengandung dextromerthorphan atau tidak, Bunda bisa melihatnya di bagian kemasan obat, dimana umumnya kandungan dextromethorphan dalam obat batuk ditandai dengan label “DM” pada kemasan obat.

  • Dekongestan

Obat ini adalah obat yang umum digunakan untuk mengatasi penyakit batuk kering dan flu. Penelitian di Swedia yang dilakukan pada ibu hamil menyebutkan bahwa setelah mengkonsumsi obat dengan kandungan dekongestan tidak memberikan risiko kehamilan. Obat ini memiliki bentuk obat hirup dan dikenal aman digunakan sebagai obat batuk untuk ibu hamil. Meski begitu, Bunda juga tetap harus mewaspadai efek samping yang mungkin ditimbulkannya, seperti mengantuk, pusing, pandangan kabur, sakit perut atau mual, dan tenggorokan kering. Sebelum mengonsumsi obat ini, bagi penderita penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan tiroid, dan gangguan prostat disarankan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dulu.

  • Nonsteroidal Anti-inflammatory Drug (NSAID)

Berdasarkan hasil penelitian oleh Canadian Medical Association Journal, obat analgesik, seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, dan diclofenac tidak mengakibatkan adanya peningkatan risiko keguguran. Adapun NSAID sebagai obat untuk ibu hamil bisa menghilangkan rasa nyeri dari gejala-gejala batuk yang berlangsung. Meski demikian, aspirin juga mengandung sekian jumlah salisilat yang bisa mengakibatkan permasalahan saluran darah pada bayi apabila dikonsumsi di masa akhir usia kehamilan. Maka dari itu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *